Type Here to Get Search Results !

Tips Menghafal Kosakata Bahasa Arab

 Tips Menghafal Kosakata Bahasa Arab 


Tips menghafal dan memperbanyak hafalan kosakata bahasa arab
Tips menghafal dan memperbanyak hafalan kosakata bahasa arab
Semua bahasa pasti memiliki kosakata masing-masing, dan sudah barang tentu untuk dapat memahami suatu bahasa kita harus tau setiap kosakata yang digunakan baik pada saat membaca, menulis, maupun berbicara. Bahkan bahasa ibu yang kita pahami sejak lahirpun secara bertahap terus kita tambahkan kosakatanya. Bukankan kita sering menemukan istilah baru pada saat menonton tv, membaca koran, maupun ngobrol dengan sesama. Begitu pula halnya dengan bahasa yang kita pelajari pada saat kita dewasa seperti bahasa inggris maupun bahasa arab. Berikut tips menghafal dan memperbanyak hafalan kosakata bahasa arab agar kita lebih mudah mengingatnya, tidak mudah lupa, dan tentunya untuk memperkaya perbendaharaan kata bahasa arab yang kita pelajari.

Menghafal langsung dari kamus

Teknik ini sebaiknya dihindari karena besar sekali kemungkinan Anda akan lupa, karena menghafal langsung dari kamus berarti mata Anda akan disodori secara serentak kosakata, dan biasanya adalah kata-kata yang tidak umum atau hampir tidak pernah digunakan.
menghafal kosakata langsung dari kamus
menghafal kosakata langsung dari kamus

Menerjemahkan satu per satu dari kata yang Anda temui

Teknik ini cukup membantu Anda menambah kosakata dan menghafalkannya, tetapi peluang untuk lupanya juga cukup besar, karena otak kita masih kesulitan untuk mengingat kata-kata ini yang dihafalkan secara terpisah dari cara menggunakannya dalam kalimat.Teknik ini tidak jauh berbeda dengan yang pertama.

Menerjemahkan kata demi kata dari kalimat pendek hingga sedang sambil mencerna makna secara keseluruhan pada kalimat tersebut


Teknik ini lebih direkomendasikan, karena dengan memahami kalimat, kita akan lebih mengerti cara penempatannya dalam kalimat. Dengan memahami kalimat ini pula, otak kita secara alami akan membayangkan/mengilustrasikan keadaan, misal ketika kalimat tersebut menceritakan tentang memancing, maka otak akan membayangkan sebuah tempat berupa danau, sungai, dll kemdian terbayang juga alat pancing, ikan, dsb. Nah ilustrasi inilah yang membuat otak kita akan terus ingat, ketika menemukan kata pada lain kesempatan otak langsung menunjukkan sebuah gambaran artinya dan tentunya kita tidak harus berpikir lebih lama untuk mengingat-ingat, karena sebuah gambaran itu akan lebih mudah ketimbang arti secara tulisan. Hindarilah menerjemahkan teks yang terlalu panjang, karena nantinya yang didapatkan adalah inti cerita dari teks saja dan sebagian besar kosakata akan lupa lagi.

Seperti pada gambar percakapan di atas, dengan tema pasar, saat membaca kata السوق otak Anda akan membayangkan suasa pasar, maka gambaran ini akan melekat kuat pada memori otak Anda. Begitu juga ketika menemui kata lainnya, seperti: السَّمَكُ yang berarti ikan, اللَّحْمُ yang berarti daging, dan seterusnya. 

Ajarkan Kepada Orang Lain

Mungkin sahabat mau protes: “Bagaimana sih, saya ini kan baru belajar, kok malah disuruh ngajar?”. Jangan khawatir sahabat, yang saya maksud tentu bukan menyuruh Anda untuk mengajarkan apa yang belum tahu. Saya tidak meminta Anda agar mengajarkan yang tidak dikuasi. Sama sekali bukan begitu maksudnya.

Namun ajarkanlah yang sudah sahabat kuasai saja. Misal, baru tahu ciri-ciri isim, fi’il, dan harf. Itulah yang harus segera diajarkan, sambil sahabat terus mempelajari materi-materi berikutnya.

Setiap selesai mendapatkan pelajaran baru dan sudah menguasainya, segeralah ajarkan kembali sambil terus mempelajari materi baru lainnya. Ajarkan A sambil belajar B. Ajarkan B sambi belajar C. Demikian seterusnya. Kalau bisa buatlah jadwal mengajar sesering mungkin setiap pekannya. Dan coba dilakukan secara konsisten selama setahun. In syaa-allah sahabat akan takjub dengan hasilnya.

Adapun orang yang akan diajarnya, silahkan diusahakan sesuai kondisi sahabat masing-masing ya. Bisa jadi dari teman-teman dekat, tetangga, atau siapa pun yang penting mereka punya ketertarikan untuk mempelajari bahasa Arab.

Banyak Latihan Menerjemah Menggunakan Kamus

Semakin sering sahabat membuka kamus unuk mencari arti sebuah kata maka akan semakin mudah sahabat mengingatnya. Apalagi jika kata tersebut ternyata pernah kita tandai sebelumnya.

Saya suka memberi tanda pada kamus tepatnya pada masing-masing kata yang sedang saya cari tahu artinya. Misalnya saya sedang mencari kata زَهْرٌ. Setelah saya buka kamus ternyata artinya bunga. Maka pada kata زَهْرٌ / bunga itulah saya kasih tanda dengan pinsil.

Ketika diwaktu lain saya menemukan kata زَهْرٌ / bunga pada sebuah bacaan dan saya tidak tahu artinya, maka saya akan buka kamus lagi. Ternyata pada kata زَهْرٌ / bunga tersebut sudah ada tanda yang pernah saya buat. Artinya ini kali kedua saya mencari arti kata tersebut, lalu saya beri tanda lagi pada kata itu untuk yang kedua kalinya. Jika kemudian saya menemukan kata زَهْرٌ / bunga lagi pada bacaan lain dan saya masih belum ingat artinya, saya akan buka kamus lagi. Dan ternyata di situ sudah ada dua tanda, berarti ini ketiga kalinya saya mencari arti sebuah kata yang sama.

Dengan cara seperti itu biasanya tidak sampai tiga kali memberi tanda, kata tersebut sudah melekat kuat di benak saya. Apalagi jika dalam sebuah sesi latihan menerjemah ada banyak kata serupa yang ditemukan.

Beranikan Diri Mengisi Kajian Memakai Kitab Bahasa Arab

Maksudnya adalah sahabat harus menjadikan sebuah kitab bahasa Arab sebagai sumber materi kajiannya. Tips ini lebih cocok bagi sahabat yang sudah cukup pandai membaca tulisan Arab gundul, dan tentu yang memiliki kesempatan untuk menjadi pengisi kajian.

Pengalaman saya saat menjalankan tips ini, memang luar biasa. Karena saya tahu akan menjadi pemateri pada sebuah kajian, maka persiapan yang saya lakukan jadi lebih dahsyat dari biasanya.

Konsentrasi belajar jadi meningkat. Demikian pula dengan keseriusan. Karena saya tidak mau “dibuat malu” ketika nanti membaca kitab di hadapan peserta kajian. Walaupun peserta kajian waktu itu hanya tiga sampai empat orang saja dan masih boleh dibilang teman-teman sendiri, tapi cukup menegangkan juga loh.

Tempelkan Kosakata 

Misalkan ada jendela .Tempelkan bahasa Arabnya di Jendela dalam bentuk kertas dengan tulisan (نافذة ).Atau bisa juga dengan menggunakan spidol whiteboard atau permanent.

Sumber 1
Sumber 2
Tags

Posting Komentar

0 Komentar